Sabtu, 04 Desember 2010

Program Induksi Bagi Guru Pemula

        Anda guru pemula..... paling lambat mulai akhir tahun 2011 atau awal 2012 nanti   akan mulai diberlakukan  program induksi, sebagaimana yang diamanatkan oleh Permendiknas no 27 tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula. Program ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan guru profesional sejak dia mulai bertugas dengan melakukan pembimbingan oleh guru senior yang ditunjuk, kepala sekolah dan pengawasnya.
          Dalam Permenpan RB no 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya disebutkan bahwa salah satu syarat untuk pengangkatan pertama kali dalam jabatan fungsional guru harus memiliki kinerja yang baik yang dinilai dalam masa program induksi. Atau jelasnya untuksyarat cpns guru menjadi pns, selain lulus dalam diklat prajabatan yang dilaksanakan oleh BKD Diklat, dia juga harus lulus dalam program Induksi dengan minimal nilai Baik yang ditunjukkan dengan Sertifikat Induksi yang dikeluarkan oleh Dinas pendidikan kabupaten/kota atau Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota. Apabila sebelumnya cpns guru cukup dengan diklat prajabatan untuk mengajukan penegrian, maka kelak dia harus melampirkan juga bukti telah melakukan program Induksi ini, yang diselenggarakan selama 1 tahun dan bisa diperpanjang 1 tahun berikutnya, apabila nilai yang diperoleh hanya cukup atau di bawahnya.
          Apa si program Induksi bagi guru pemula itu?
Berikut saya kutipkan tulisan dari Abdul Ghafur, ST, Staf Subdit Program Direktorat Tenaga Kependidikan, PMPTK

Satu lagi terobosan baru di tahun 2009 ini, dunia pendidikan nasional mendapatkan sebuah program baru untuk meningkatkan mutunya. Terobosan tersebut adalah program induksi bagi guru pemula pada semua jenjang dan status. Sistem itu adalah sesuatu yang baru dalam sistem pendidikan nasional kita dibanding dengan negara lain di kawasan Asia Pasifik. Ditengarai bahwa ketiadaan sistem induksi ini menjadi salah satu penyebab rendahnya kualitas guru di Indonesia.
Sistem induksi merupakan suatu sistem yang memberi kesempatan kepada guru pemula untuk dapat memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai guru dengan bimbingan dari seorang mentor. Selama masa induksi ini guru bersama mentor melakukan diskusi dan perbaikan terhadap rencana-rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh guru pemula.

Pada akhir masa induksi ini guru pemula akan dinilai kinerjanya oleh kepala sekolah dan pengawas untuk menentukan kelayakan guru pemula tersebut. Hasil penilaian ini akan mempengaruhi karir guru pemula tersebut.

Konsep induksi sebagai sebuah sistem perlu mendapatkan pemikiran yang luas dari stakeholder pendidikan agar pada implementasinya dapat berjalan dengan baik. Hadirnya kebijakan yang menaungi sistem ini diharapkan dapat menjadi pegangan dalam pelaksanaan induksi. Selain kebijakan perlu pula dukungan modul agar memudahkan guru pemula, kepala sekolah, pengawas sekolah, guru mentor, dan pihak lainnya memahami konsep induksi serta penilaiannya secara komprehensif.

Direktorat Tenaga Kependidikan merupakan salah satu satuan kerja pada BERMUTU Project pada Ditjen PMPTK. Salah satu kegiatan yang diusung adalah pengembangan sistem induksi dan penilaian kinerja bagi guru pemula. Kegiatan ini merupakan bagian dari komponen 2.4 yang tercantum dalam Project Operational Manual (POM) BERMUTU.

Berdasarkan tugas itulah kemudian disusun perencanaan untuk memulai mengembangkan sistem induksi dan penilaian kinerja guru pemula. Sebagai langkah strategis adalah mendatangkan konsultan internasional untuk induksi. Hal ini dilakukan karena Indonesia belum memiliki pengalaman mengenai konsep dan implementasi sistem induksi. Indonesia adalah negara yang belum memiliki sistem induksi guru di kawasan Asia-Pasifik. Konsultan ini menyusun naskah akademik yang menjadi dasar bagi pengembangan sistem induksi ini.

Kegiatan pengembangan sistem induksi dan penilaian kinerja bagi guru pemula ini ditekankan pada dua hal, yaitu penyusunan kebijakan sistem induksi dan penilaian kinerja guru pemula serta penyusunan manual/modul induksi dan penilaian kinerja guru pemula. Dengan naskah akademik dan kertas kerja yang dimiliki selanjutnya perlu diperkaya dengan adanya berbagai masukan, ide, serta saran untuk mendudukkan konsep induksi ini ke dalam khasanah ke-Indonesia-an. Karena perlu disadari bahwa apa yang disajikan oleh konsultan baik dari naskah akademik dan kertas kerja yang dibuat belum seluruhnya mencerminkan pola pikir, budaya, dan sistem pendidikan di Indonesia.

Saat ini, melalui usaha marathon, Direktorat Tenaga Kependidikan telah melahirkan sebuah rancangan awal kebijakan, petunjuk teknis, dan panduan kerja penilaian kerja guru pemula. Melalui kebijakan akan dihasilkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) sehingga akan memayungi daerah untuk melaksanakan program tersebut. Melalui petunjuk teknis maka akan diperjelas bagaimana mengejawantahkan permendiknas tersebut. Dan melalui panduan kerja program induksi ini akan semakin lengkap dan sempurna dalam pengejawantahannya.

Dapat disimpulkan bahwa program ini sebenarnya ingin menempatkan kembali tanggung jawab guru senior, kepala sekolah, pengawas sekolah, bahkan kalangan birokrat pendidikan dalam membina guru pemula. Guru pemula harus segera mendapatkan perlakukan khusus dalam perjalanan pengabdiannya. Selama ini banyak terjadi dimana guru senior merasa mendapatkan waktu istirahat dan bebas tanggung jawab mengajar ketika datang guru pemula.

Memang, seandainya guru pemula tidak mendapatkan bimbingan, guru pemula akan tetap menemukan keprofesionalannya. Tapi mungkin akan menemukan waktu yang panjang sekali. Sangat berbeda jika ia diberikan bimbingan. Jadi, meminjam istilah ilmu kimia, program ini adalah sebuah katalisator untuk mempercepat proses pematangan profesi guru pemula sehingga siap untuk memberikan pengabdian terbaiknya. Oleh karena itu, ada baiknya kita ucapkan: “Selamat Datang Program Induksi Guru Pemula”.

 Berikut saya kutipkan juga presentasi transcript Bapak Surya Dharma, MPA, Ph.D DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Program Induksi Guru Pemula - Presentation Transcript

  1. Distribusi guru berkualitas yang kurang merata akan meningkatkan disparitas mutu siswa Guru pemula kurang efektif dibandingkan guru yang berpengalaman dalam proses belajar mengajar Issue Pemerataan Kualitas Guru
  2. BAGAIMANA KUALITAS GURU YANG DIHARAPKAN? Menetapkan tujuan yang terukur dan menentukan fokus pada Mentor dan Guru Pemula Pekerjaan guru di kelas dan bagaimana guru menggunakan waktu mereka dalam proses belajar mengajar
  3. INDUCTION
    • Suatu proses “menuju ke dunia kerja dan profesi guru
    Induksi memberikan jembatan yang penting bagi guru pemula dari sosok seorang yang belajar tentang mengajar menjadi guru yang profesional
    • Sistem pendukung
    • Periode waktu
    • Tahapan yang spesifik dalam pengajaran
  4. TUJUAN PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA DAN MENTOR Memberikan dukungan bagi guru pemula dan sebagai pengembangan profesi berkelanjutan Meningkatkan kinerja dan efektifitas guru pemula untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Memberikan dukungan dan pelatihan bagi mentor Memberikan pelatihan bagi administrator untuk mendukung guru pemula dan mentor Meningkatkan retensi guru pemula
  5. Hasil dari Program Induksi yang Berkualitas Meningkatkan kepuasan kerja Meningkatkan semangat untuk mengajar Meningkatkan guru pemula dalam pengembagan diri Meningkatkan prestasi belajar siswa
  6. KOMPONEN PENTING PROGRAM INDUKSI Komitmen dan dukungan kelembagaan Visi Standar Profesional Pembelajaran Guru Berbasis Kelas Mentor Berkualitas
  7. KARAKTERISTIK INDUKSI YANG EFEKTIF
    • Semua guru pemula berpartisipasi
    • Program berakhir paling tidak 1 tahun
    • Semua guru pemula dibimbing oleh mentor yang berkualitas
    • Guru pemula mengurangi beban mengajar
    • Review terhadap kelengkapan program induksi
  8. Pandangan Umum tentang Program Induksi Guru Pendidikan guru memerlukan program induksi Guru pemula merupakan aset bagi sekolah Merupakan inspirasi bagi pengembangan selanjutnya baik kerjasama lokal dan nasional tentang induksi
  9. Beberapa Pengalaman dibeberapa Negara dalam Program Induksi Membangun konsensus dalam mendefinisikan program induksi yang berkualitas Mengembangkan standar program yang berkualitas Memahami bagaimana induksi terkait dengan pengembangan guru, recruitment dan retention Keterkaitan program induksi dengan kebijakan guru secara makro Meningkatkan school leadership dan mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan program induksi Menggali secara mendalam konsep bahwa kondisi kerja guru merupakan kondisi belajar siswa Mengumpulkan dan mengembangkan pendataan yang baik
  10. PROGRAM INDUKSI DI BEBERAPA NEGARA
    • Inggris : Mandatory Induction Program untuk seluruh guru pemula yang kualified. Tidak dapat diangkat sebagai pegawai jika tidak memenuhi persyaratan memuaskan dalam induksi
    • USA (Massachusetts) : Semua sekolah harus memiliki program induksi untuk seluruh guru-guru di tahun pertama
    • Australia : Kewajiban profesional untuk mendukung guru pemula yang dimuat dalam kebijakan pengembangan profesional guru
  11. Di Chicago – Amerika Serikat Bimbingan yang intensif dan spesifik menghasilkan guru mengajar lebih baik 71 % guru pemula melaporkan bahwa dukungan dari mentor terhadap substansi memberikan pengaruh positf terhadap praktek mengajar guru pemula 82 % guru pemula setuju atau sangat setuju bahwa mentor membantu mereka dalam bidang substansi pembelajaran Mentor saya….. Mendukung pengetahuan substansi saya tentang apa yang dibutuhkan untuk mengajar
  12. 82 % guru pemula setuju dan sangat setuju bahwa mentor membantu memberikan strategi untuk mengelola ruang kelas 74 % guru pemula melaporkan bahwa sumber daya yang diberikan mentor secara positif mempengaruhi praktek pembelajaran
  13. Teacher induction as a factor in student achievement Before Induction • 120 students enrolled in Advanced Placement classes with 73% achieving 3 or higher • 40% Regents diploma rate • 80 students enrolled in Advanced Placement classes with 50% achieving 3 or higher After Induction • 70% Regents diploma rate Source : The Islip (New York) Public Schools , implemented a 3-year induction program for new teachers in 1999
  14. EFEKTIFITAS GURU PRESTASI SISWA HASIL SANGAT EFEKTIF KURANG EFEKTIF TINGGI SEDANG RENDAH Setelah satu tahun, guru yang efektif dapat meningkatkan prestasi siswa (53%), setelah tiga tahun dapat meningkat 83% Setelah satu tahun, guru yang kurang efektif dapat meningkatkan prestasi siswa (14%), setelah tiga tahun dapat meningkat 29% Selisih = lebih dari 50% Sumber: Dawson dan Billingsley (2000)
  15. EMPAT UNSUR PROGRAM INDUKSI ORIENTASI PROGRAM INSTRUCTIONAL MENTOR ASESMEN/ EVALUASI
    • PLAN
    • What are My Goals?
    • What did I Know about my Students?
    • Information Gathering
    • Developing a Plan
    TEACH Implementation in the classroom
    • REFLECT
    • What have I learned?
    • About my students?
    • About teaching?
    • About the community of learners at my school?
    APPLY How will I apply what I learned in my classroom to enhance student learning

15 komentar:

totokjokopurwanto@yahoo.co.id mengatakan...

pro.bagi teman2 sejawat n para gubim /guru pembimbing:gusen(guru senior,
kasek) siaap...untuk mensokseskan dan melaksanakan salah satu tugas profesionalitas(prog.induksi bagi gula/guru pemula )tetapi kapan juklak n juknis terbit?

Resi Dwija mengatakan...

kapan bu? mulainya...
sungguh merupakan satu upaya yg jitu khususnya bagi sekolah-sekolah seperti tempat kami (SDN 03 Tembelanggunung, lebakbarang) pengalaman selama ini tak pernah kami punya guru senior(kecuali KS) karena catatan kepegawaian paling lama mereka bertugas disini antara 4-5 th, sejak CPNS setelah itu go pindah. maka hal ini juga butuh pemikiran bu!!!

Yudha Pradhana mengatakan...

kira kira ada sosialisanya ndak bu?

Masruroh mengatakan...

@ Pak Totok : permen n Pk sdh ada nanti teman pengawas yg kita kirim dlm sosialisasi agar mendiseminasi di KKPS

@Resi : Ya berbagai upaya kebijakan ttg pendidik n kependidikan dikeluarkan dlm rangka meningkatkn layanan pndidikan yg bermutu, namun tetap sj ada kendala yg kita temui termasuk dlm distribusi guru khususnya di daerah dg geografis sulit yg kurng diminati.
insya allah tahun depan kita mulai

@Yudha: tentu akan ada sosialisasi dulu sebelum program ini dilaksanakan.
semoga th dpn dapat dianggarkan keg oleh APBD

Tri Witjaksono S mengatakan...

Program bagus itu bu, saya memerlukan informasi lebih lanjut kapan program itu akan dimulai ?

Masruroh mengatakan...

@Tri :Permendiknasnya sdh keluar, diharapkan pemerintah daerahtahun ndepan sdh dapat melaksanakannya

peni mengatakan...

bu, program ini mulai untuk cpns yang diangkat tahun 2010 ea?

makasih y bu atas infonya. karena saya masih binggung dengan program induksi ini

Masruroh mengatakan...

@Tri W & Peni : PIGP akan dimulai tahun pelajaran 2011/2012 bulan juli nanti kita akan siapkan.
Pesertanya adlh CPNS 2 th terakhir ini (penerma sk 2010 n 2011) jg GTY pemula swasta di Yayasan

Anonim mengatakan...

bu..mau tanya..jika cpns dalam mengikuti pigp tahun pertama nilainya dibawah baik dan dilanjutkan lagi satu tahun berikutnya..juga nilainya kurang baik...apakah ada perogram lanjutan ataukah cpns tersebut selamanya tidak menerima tunjangan fungsional sebagai guru???

indah andrea mengatakan...

saya sudah lulus program induksi.. Saya juga udah dapat sertifikatnya.
Khusus untuk Kota Pekalongan.

indah andrea mengatakan...

saya sudah melaksanakan pigp dan sy juga udah mendapatkan sertifikat induksinya (alhamdulillah). Khusus untuk Kota Pekalongan thn 2012 PIGP sudah dilaksanakan.

Sugi Mintono mengatakan...

Saya pingin mengangkat PIGP dalam penelitian Evaluasi Implementasi, tapi saya belum tahu apakah PIGP sudah dilaksanakan di daerah-daerah di Indonesia. Mohon penjelasan bu terima kasih

Sugi Mintono mengatakan...

apa PIGP sudah dilaksanakan di semua wilayah Indonesia bu ?

siti nurul Hidayah mengatakan...

Saya sudah meng email ibu tentang pertanyaan mengenai program induksi di Indonesia. Mohon dibuka emailnya. Terimakasih. Nurul, A student in University of Wollongong Australia

Masruroh mengatakan...

Tergantung kesiapan dan kesigapan Dinas pendidikan masing2 pak, tp sepertinya belum banyak yg melaksanakan