Senin, 16 Agustus 2010

Penguasaan TIK Bagi Guru

        Penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi kini menjadi bagian dari tuntutan kompetensi guru, baik guna mendukung pelaksanaan tugasnya(penyusunan perencanaan, penyajian pembelajaran, evaluasi dan analisis hasil evaluasi)  maupun sebagai sarana untuk mencari dan mengunduh sumber-sumber belajar. Sehingga setiap guru pada semua jenjang harus siap untuk terus belajar TIK guna pemenuhan tuntutan kompetensi tersebut. Dan kelompok kerja (KKG/MGMP) adalah wadah yang paling tepat untuk mengembangkan diri dan bersama-sama belajar disamping di satuan pendidikan masing-masing atau secara mandiri.

      Apresiasi tentang penguasaan TIK bagi para Guru Berprestasi yang telah mengembangkan TIK dalam pembelajaran mungkin dapat menjadi bahan referensi teman-teman sebagaimana yang diungkapkan Kompas berikut ini:
Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, menyatakan bahwa di era informasi kini, sudah tidak zaman lagi para tenaga didik atau guru gagap terhadap teknologi. Teknologi diharapkan menjadi kesatuan dalam pembelajaran sehingga tercipta peserta didik yang lebih aktif dan mandiri.

Hal tersebut diungkapkan Mendiknas dalam sambutannya yang disampaikan secara tertulis dalam acara "Intel Education Awards 2010", Senin (16/8/2010), di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta.

Seruan Mendiknas tersebut rupanya sudah terlebih dulu diterapkan oleh enam guru berprestasi yang dipilih dari seluruh Indonesia. Guru TK Negeri Pembina I Bengkulu, Emilda Sulasmi misalnya, ia menerapkan penggunaan laptop dan komputer kepada murid TK.

"Saya sudah mencoba pembelajaran multimedia dengan menggunakan media laptop dan komupter sebagai basis pembelajran di TK. Bagaimana mengenal huruf dan membacanya," ungkap Emilda peraih Juara I Guru Berprestasi Intel Education Awards kepada para pewarta. Selama dua tahun Emilda menerapkan metode ini, dan hasilnya cukup memuaskan. Kewajiban murid TK untuk dapat memenuhi kompetensi membaca dan menulis pun akhirnya tercapai.

Selain Emilda, guru SMP Yayasan Pupuk Kaltim, Abdul Hakim, pun menerapkan cara pembelajaran yang unik bagi para muridnya yang baru menginjak remaja. "Karena murid saya remaja, media yang sederhana saja yang saya gunakan seperti email, Yahoo Messenger, Facebook, dan Youtube yang sering digunakan murid," ujarnya kepada Kompas.com.

Abdul Hakim mengaku memberikan tugas kepada anak didiknya bisa dengan media apa saja. Bahkan, dengan menggunakan Youtube, Abdul Hakim yang guru Bahasa Indonesia ini bisa mengkreasikan tugas membuat cerita pendek dan puisi berdasarkan video yang dilihat murid-muridnya di Youtube.

"Dengan cara ini, saya bersyukur murid-murid jadi lebih semangat belajar Bahasa Indonesia yang sebelumnya dinilai membosankan," ungkap guru yang menyabet gelar Juara II Guru Berprestasi dalam Intel Education Awards ini.

Emilda dan Abdul Hakim adalah contoh kecil dari guru-guru berprestasi lainnya yang mampu berkreasi dalam metode pembelanjarannya. Dengan metode kreatif tersebut, bangsa ini pun bertaruh kepada para pahlawan tanpa tanda jasa untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas.

Intel Indonesia Corporation bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memberikan penghargaan kepada enam guru berprestasi seluruh Indonesia. Para guru ini dipilih berdasarkan bagaimana para guru ini menggunakan perangkat information and communication technology (ICT) dalam proses belajar mengajarnya.

"Sebanyak 132 guru berprestasi daru provinsi di seluruh Indonesia yang diseleksi maka kami telah menetapkan enam guru berprestasi sebagai pemenang," ujar Director of Corporate Affairs Intel Indonesia Corporation, Imelda Adhisaputra, Senin (16/8/2010), di Kemendiknas, Jakarta.

Keenam guru berprestasi tersebut adalah Emilda Sulasmi (Bengkulu), Abdul Hakim (Kalimantan Timur), Lidiya Muthmainnah (Banten), Dian Rakhmi Dianti (Banten), Sadiman (Sumatera Selatan), dan Sri Hendrawati (Jawa Barat).

Para pemenang ini mendapatkan uang tunai dan laptop. Adapun, di dalam Intel Education Awards 2010, Intel dan Kemendiknas melihat bagaimana para guru di Indonesia menggunakan ICT dalam proses mengajar mereka. Proses penilaian yang dilakukan adalah melihat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam proses persiapan dan pembelajaran serta dengan melalui wawancara mendalam dengan guru untuk mengetahui terjadi di dalam kelas.

"Pendidikan dan penggunaan teknologi adalah hal yang penting. Intel percaya kombinasi guru dan teknologi dapat tercipta generasi muda yang handal di masa mendatang," ujar Imelda dalam sambutannya.

Selain itu, Kemendiknas juga mendukung program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan Intel ini karena dapat meningkatkan mutu pendidik dalam meningkatkan peran aktif peserta didik.

"Guru punya peran sangat penting dalam memajukan pendidikan Indonesia. Di sisi lain, teknologi banyak mengubah cara hidup, bekerja, dan berkomunikasi. Sudah saatnya pemerintah memberi perhatian dalam integrasi teknologi di dunia pendidikan," ungkap Mendiknas Mohammad Nuh dalam sambutan tertulisnya.

Pemberian penghargaan Education Awards merupakan bagian dari program Intel Tech yang membantu para guru untuk menjadi pengajar yang efektif melalui pengintegrasian teknologi pada bahan ajar mereka. Hingga kini, program Intel Teach secara global sudah melatih 8 juta guru di lebih dari 60 negara. Sementara untuk Indonesia, Intel Teach berhasil melatih lebih dari 42.000 guru di seluruh Indonesua di akhir kuartal kedua tahun 2010. Ditargetkan hingga akhir 2010, Intel Teach mampu melatih 50.000 guru dari 33 provinsi di Indonesia.

9 komentar:

Kusyardi mengatakan...

Setuju sekali Ibu, penguasaan TIK bagi guru sangat perlu. Tetapi penting diingat bapak/ibu guru jangan sampai lupa tanamkan pengertian kepada para siswa bahwa kemajuan teknologi (utamanya teknologi informasi dan komunikasi) senantiasa menuntut kita untuk mampu memilih.

Masruroh mengatakan...

Betul Pak Kus, disitulah unsur 'mendidik' dan 'pendidikan karakter' dapat disampaikan oleh guru.

totokjp mengatakan...

Saya berandai" bila semua teman2 guru di seluruh penjuru kab.pekalo-
ngan(termasuk diri saya) seperti apa yang Ibu paparkan,maka......."

totok joko purwanto mengatakan...

Saya berandai:" misalkan semua teman guru2 di penjuru kab.pekalongan ini (termasuk diri saya)bisa seperti apa yang Ibu paparkan,maka........"

totokjp mengatakan...

Saya berandai:" misalkan semua teman2
guru(termasuk diri saya) di penjuru kab.pekalongan ini seperti yang Ibu paparkan,maka..........."

mujibelrahman mengatakan...

Dengan teknologi pembelajaran akan lebih efektif. Mengacu pada teori piramid Edgard Dale, menggunakan audio visual akan lebih cepat terserap dan bertahan lebih lama di memori peserta didik dibandingkan dengan media verbal. Namun yang lebih efektif -masih menurut Dale- adalah peserta didik mengalami langsung kegiatan pembelajaran atau praktik. Dengan demikian, sebenarnya peserta didik sudah mempraktikkan TIK dengan menjamurnya warnet yang disesaki oleh peserta didik. Di situlah kalau tidak didik dan diarahkan baik oleh guru atau orang tua akan terjadi efek negatif situs porno. Sedangkan dari pemerintah seharusnya betul-betul membokir situs negatif tersebut. Sedangkan pengusaha warnet tidak semua mau memblokir situs tersebut dengan alasan itu tanggung jawab pengguna dan mereka kan sudah bayar. Barangkali demikan asumsinya. Akhirnya, TIK seharusnya dapat dipergunakan oeh guru dalam KBM, dengan menanamkan pemilihan situs yang benar. Ibu, untuk kawan-kawan yang yang tidak lolos pemetaan tenaga honorer sudah tahu Ibu dari Kepala TU kami, SMP 2 Wonokerto.

guru kelas mengatakan...

Tidak pandang itu guru tua, muda, senior, yunior. "Hari gini masih gagap dengan IT apa kata dunia". gitu kira-kira he...he...he...

De_Gering mengatakan...

Sayangnya untuk memenuhi kegiatan pembelajaran dengan ICT masih jauh dari jangkauan, karena kendala sarana prasarana dan kemampuan para guru itu sendiri.
Penggunaan komputer bagi guru sebagian besar baru pada tingkat pembuatan administrasi kelas/sekolah belum menginjak pada pembelajaran di kelas.
Mudah-mudahan dengan Belajar ICT pada kegiatan KKG bermutu dapat membangkitkan guru untuk berani mengenal dan menggunakan komputer dan internet untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas masing-masing.

Masruroh mengatakan...

ok setuju banget pak...mdh2an tidak lama lagi itu terwujud....