Minggu, 12 Oktober 2008

BEIJING





CATATAN PERJALANAN DAN PENGALAMAN
SEBAGAI PESERTA
SEMINAR ON THE DEVELOPMENT OF MEDIA AND MEDIA EDUCATION
Oleh : Siti Masruroh
Hari I ; Rabu, 9 April 2008
Hari Selasa, 8 April 2008, Kedutaan besar RRC baru memastikan tiket perjalanan ke Beijing baru diperoleh pada jam 5 sore, dan ternyata tiket untuk pemberangkatan ke Beijing dengan pesawat Cathay Pacific Airway 718,berangkat dari Bandara Sukarno-Hatta pada pukul 08.40. karena itu aku siap ke Jakarta diantar suamiku ke stasiun dan ibuku menemaniku sampai Jakarta dengan kereta Kamandanu dari Pekalongan, yang direncanakan berangkat pukul 22.27 tetapi mundur sampai 45 menit, karena mungkin bersamaan dengan kehadiran Presiden SBY di Pekalongan dengan menggunakan Kereta api dari Semarang. Sehingga keadaan stasiun KA malam itu pun penuh dengan penjagaan. Dan kereta tiba di Gambir Jakarta jauh dari yang tertulis di tiket 03.19, tapi kami tiba pukul 04.50. adikku Ardian Qudratullah sudah menunggu sejak jam 1 dini hari, karena dia harus mengambil laptop kiriman dari Miftah adikku di Bandung. Laptop mungil Asus ini akan aku bawa ke Beijing.

Pukul 6 pagi aku sudah sampai Bandara dan disana ketemu Pak Pujantoro dari kota Pekalongan dan Pak Zamhari dari Pakanbaru. Setelah sarapan dengan mamak dan Dian pukul 07.55 aaku siap-siap boarding, dan pemberangkatan sesuai jadwal, kami tiba di Hongkong pada pukul 14.30. Setiba di Hongkong, kami harus transfer dengan pesawat lain menuju Beijing. Bandara Hongkong yang cukup besar, lebih besar dari Bandara Sukarno-Hatta, membuat kami harus teliti membaca papan informasi yang ada di setiap ‘gate’ dan data yang ada di tiket kami. Semula belum kami dapatkan jam dan di gate berapa di papan informasi yang ada di area transfer E1 mupun E2. Namun dengan bantuan beberapa petugas yang ternyata bisa berbahasa Indonesia ketika aku tanya dalam bahasa Inggris dimana aku bisa solat. Mereka memberitahu aku harus segera ke lantai atas dimana aku bisa mendapatkan informasi dan ada tempat untuk solat. Benar juga ternyata perjalanan Hongkong-Beijing menggunakan pesawat Dragon Airline, yang merupakan ‘sister airline’ -nya Cathay Pacific, pada pukul 18.00, mundur 1 jam 5 menit dari yang dijadwalkan 16.55, di gate 40, wah cukup melelahkan kami harus berjalan dari gate 1 sampai dengan 40. Dan di bandara Hongkong ini ada 80 gate.
Saat di Hongkong ini ternyata hp-ku bisa aktif, dengan sms ucapan selamat datang dari HKCL, dan akupun coba sms mbak Rini untuk minta dikirimi pulsa 100 ribu dn ternyata berhasil. Akupun coba ngebel suamiku, dan dia juga ngebel balik. Wah ternyata beban pulsa di hp-ku semua, karena pulsa mas munir tidak berkurang. Benar juga pulsa 100ribu langsung habis karena mas munir ngebel 2 kali, dan aku membalas sms dari pak Suratno dan Rejo. Sampai aku menjelang boarding tidak bisa sms lagi.
Pesawat Dragon Airline ini lebih kecil dari Cathay Pacific. Perjalanan Hongkong –Beijing membutuhkan waktu 3 jam. Jam 21.00 kami tiba di Bandara Beijing, wau… ternyata Beijing Airport jauh lebih megah dan lebih luas dari Hongkong Airport. Dan yang menarik kami tidak harus jauh berjalan untuk mengambil bagasi kami, karena Airport ini menyediakan fasilitas ‘Train’, kereta cepat yang membawa penumpang dari pintu imigrasi menuju ke tempat pengambilan bagasi. Dan kami tidak perlu menunggu lama, setiba di tempat bagasi tas koperku sudah siap untuk diambil, sungguh pelayanan yang cepat tidak seperti yang aku rasakan di Jakarta. Di pintu keluar kami sudah dijemput oleh staf dari Panitia Seminar yang siap membawa kami ke hotel tempat seminar dilaksanakan. Mereka adalah Miss. Cindy dan Mr. Chong. Dengan taxi kami membutuhkan waktu setengah jam untuk tiba di hotel. Sepanjang perjalanan kami berbincang dalam bahasa inggris, mereka ramah sekali menyambut kami. Menurut mereka tempat seminar sekaligus tempat para peserta seminar menginap adalah ‘Shangdong Upper East International Hotel’. Kami langsung diberi kamar dan buku petunjuk. Aku dapat kamar di lantai 3, tepatnya room 322. Peserta seminar menurut Ms. Cindy berasal dari lebih 20 negara berkembang baik negara-negara Asia, Afrika, Eropa maupun Amerika Latin. Di front desk aku sempat berkenalan dengan peserta muslimah dari Eritria, satu Negara di Afrika Selatan yang baru aku dengar namanya, menurut Hawa, nama peserta itu, Eritria adalah tetangga Sudan. Aku juga bertemu peserta dari Fuji, Negara di Pacific Selatan dan Nigeria.
Setiba di kamar, hal yang pertama aku lakukan membaca beberapa petunjuk dan menghubungi front desk untuk mencari tahu nomor telepon hotel ini dan bagaimana caranya aku bisa menghubungi rumah. Aku sampai bolak balik turun ke bawah untuk mendapat penjelasan. Aku harus membayar deposit 300 RMB untuk dapat melakukan International Call. Aku baru bisa mandi setelah bisa menghubungi suamiku lewat telepon kamarku, dan memberitahu kalau aku sudah selamat sampai Beijing. Mas Munir aku beri nomor telepon hotel ini agar dia bisa menelponku. Petugas frontdesk kesulitan saat aku tanya tentang arah, karena aku perlu menentukan arah kiblat untuk sholat. Mereka minta aku menghubungi panitia di 8205 untuk menjawab pertanyaannku. Tak berapa lama , dua orang panitia datang untuk memberi tahu arah barat dan timur. Berdasarkan pengetahuanku tentang peta posisi Beijing, maka aku ambil arah barat serong sedikit ke barat daya untuk kiblat sholatku, mudah-mudahan memang benar.
Acara Seminar ini telah dibuka pagi tadi, dan aku ketinggalan dua sesi acara. Hal ini sesuai yang direncanakan oleh Mr. Zhang Botao, yang bertugas atas nama Minister Counsellor dari Kedubes RRC di Jakarta yang memberikan persetujuan atas keberangkatan kami di acara seminar ini. Karena menurut staf Sekretariat Negara kami tidak perlu menggunakan visa, jadi maksimal kunjungan kami di luar negeri adalah selama 14 hari, padahal acara seminar ini dari pembukaan hingga penutupan selama 15 hari dan dua hari untuk kedatangan dan perrsiapan pulang, karena itu diatur lebih baik kami terlambat satu hari, agar dapat mengikuti acara sampai penutupan, tapi nampaknya kami pun harus tidak mengikuti acara penutupan.
Seminar tentang ‘Media dan Media Education’ ini disponsori oleh Kementrian Perdagangan dan dilaksanakan oleh ‘Communication University of China’ di Beijing dan Provinsi Shanxi dari 9 - 23 April 2008. Seminar ini berlangsung selama 15 hari. Para peserta para pegawai pemerintah dari Negara-negara berkembang . Bahasa yang digunakan Cina dan Inggris. Shangdong International Hotel menyediakan akomodasi dan makanan serta pelayanan harian lainnya selama di Beijing. Aktifitas seminar di China meliputi presentasi dan diskusi kelas, kunjungan-kunjungan di sekitar dan di luar Beijing, diskusi dengan para aparat pemerintah China serta praktisi jurnalisme. Para peserta akan memperoleh sertifikat dari MOFCOM, China di akhir kegiatan seminar.

2 komentar:

Education For All mengatakan...

Wauw... nice chance!

Wiwin Sugiarto mengatakan...

good job's..
Think for kreative